Senin, Mei 22, 2017

Renungan Waktu

                                                               Renungan Waktu

sekedar pengetahuan - Renungan



Abdullah bin Umar berkata:
Bila kamu berada diwaktu Pagi,jangan tunggu waktu Sore
Bila kamu berada diwaktu Sore,jangan tunggu waktu Pagi
Ambil kesempatan Sehat sebelum Sakitmu
Dan Kesempatan Hidup untuk Bekal Kematianmu
(HR:Bukhari dan Muslim)

Nanti.....adalah Musuh Penuntut Ilmu
Ia tak pernah mengenal Nanti,Kecuali nanti yang Bermanfaat.

Bila diajak nonton Film atau apapun pada tengah malam
Ia berkata...nanti saja,saya akan Tahajud
Bila diajak nonton Sinetron
Ia berkata masih banyak buku yang belum saya baca.
Bila diajak Ngerumpi...
Ia pun berkata ....nanti saja kalau saya sudah masuk Surga.


semoga ada manfaat
Amin

semoga bermanfaat

shisharashosha.blogspot.co.id

Renungan Kehidupan

                                                            Renungan Kehidupan

sekedar pengetahuan - Renungan



kehidupan adalah Suatu Pembelajaran
Pembelajaran untuk kita agar selalu bersyukur meski tidak Cukup

Belajar Memahami meskipun tidak Sehati
Belajar Ikhlas meskipun tidak Rela
Belajar Besabar meskipun Terbebani
Belajar Tegar meskipun Ter ombang ambing

Akan tetapi sudah menjadi Kodrat,
Hati ini seperti Gelombang Air Laut Pasang Surut dan sering terbawa Arus
Dari itu marilah kita tetap belajar,belajar dan belajar......
untuk tetap berada di jalan yng benar
belajar menjadi baik untuk menjadi yang terbaik

semoga bermanfaat

shisharashosha.blogspot.co.id

Renungan Diri

sekedar pengetahuan - Renungan

                                                           Renungan Diri



Allah hadirkan keBENCIan di hati.
Supaya kita mengetahui arti CINTA dan KASIH SAYANG.
Allah hadirkan keSENDIRIan.
Supaya kita mengetahui arti PerSAHABATan dan Tali PerSAUDARAan.
Allah hadirkan COBAAN.
Supaya kita dapat belajar arti KESADARAN dan Ke IKHLASan.
Allah hadirkan PERBEDAAN.
Supaya kita bisa menerima KEKURANGAN orang lain dengan jiwa yang besar.
Allah hadirkan KHILAF.
Supaya kita mengetahui arti Saling MEMAAFKAN.
Tanamkanlah rasa SYUKUR pada setiap hal yang kita kerjakan.
sehingga apapun yang didapat akan selalu di Syukuri dengan IKHLAS.
Dan ketika kehidupan memberimu SERIBU alasan untuk Menginginkan sesuatu.
Pahamilah bahwa Allah punya SEJUTA tahu akan kebutuhanmu.
Awali hari ini dengan rasa Syukur dan Keikhlasan.
Nikmati setiap detik,waktu yang berdetak dengan ISTIQOMAH dan Keikhlasan.
Dan akhiri kelelahan hari ini dengan Senyuman dan Keikhlasan.
Semoga Allah Ridho atas semua kerja yang telah kita lakukan.
Amin..........

shisharashosha.blogspot.co.id

Sumber gambar : google

Sabtu, September 17, 2016

Aku Berhenti Menjadi Wanita Karir





sekedar pengetahuan - cerita inspiratif

Aku menunggu teman yang menjemputku di masjid seusai ashar.
Kulihat seseorang yang berpakaian rapi,berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid.
Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga.
Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya,mengucapkan salam,sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.
“Belum”, jawabku datar.

Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman.
Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan,tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.
“Menunggu suami” jawabnya pendek.

Aku melihat kesamping kirinya,sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya.
Dalam hati bertanya tanya,dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir.
Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”

Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja
padahal setahu ku,akhwat akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku
wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat
pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak,apa hubungannya? Heran. Lagi lagi dia hanya tersenyum.

Saudariku,boleh saya cerita sedikit ?
Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin
didatangi oleh laki laki yang baik baik dan sholeh saja.

“Saya bekerja di kantor,mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya.
Gaji saya 7 juta/bulan.Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari.
Kami menikah baru 3 bulan,dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya.
Kamu tahu kenapa ?

Waktu itu jam 7 malam,suami saya menjemput saya dari kantor,hari ini lembur,biasanya sore jam 3 sudah pulang.
Setibanya dirumah,mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir.
Ya,Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty.
Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing.
Celakanya rasa pusing itu juga menyerang saya.
Berbeda dengan saya,suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum
tapi saya malah berkata,“abi,umi pusing nih,ambil sendiri lah !!”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya.
Jam 23.30 saya terbangun dan cepat cepat sholat,Alhamdulillah pusing pun telah hilang.
Beranjak dari sajadah,saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya.

Menuju ke dapur,saya liat semua piring sudah bersih tercuci.
Siapa lagi yang mencucinya kalau bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)?
Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
Astagfirullah,kenapa abi mengerjakan semua ini ? Bukankah abi juga pusing tadi malam ?
Saya segera masuk lagi ke kamar,berharap abi sadar dan mau menjelaskannya
tapi rasanya abi terlalu lelah,hingga tak sadar juga.

Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya,saya pegang wajah suami saya itu
ya Allah panas sekali pipinya,keningnya,Masya Allah,abi demam,tinggi sekali panasnya.
Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi.
Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya.
Air mata ini menetes,air mata karena telah melupakan hak hak suami saya.”

Subhanallah,aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya,membuat hati ini merinding
Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya.
Sekitar 600-700 rb/bulan.
Sepersepuluh dari gaji saya sebulan.
Malam itu saya benar benar merasa sangat durhaka pada suami saya.

Dengan gaji yang saya miliki,saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami,meskipun suami selalu memberikan
hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya.
Setiap kali memberikan hasil jualannya,ia selalu berkata “Umi,ini ada titipan rezeki dari Allah,di ambil ya
buat keperluan kita,dan tidak banyak jumlahnya,mudah mudahan Umi ridho”,begitulah katanya.
Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata kata itu.
Betapa harta ini membuat saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya,dan saya yakin hampir
tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini.

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja,mudah mudahan dengan jalan ini,saya lebih bisa
menghargai nafkah yang diberikan suami.
Wanita itu sering begitu susah jika tanpa harta,dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya"
Lanjutnya lagi,tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu,saya berkunjung ke rumah orang tua,dan menceritakan niat saya ini.
Saya sedih,karena orang tua,dan saudara saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti
berkerja.
Sesuai dugaan saya,mereka malah membanding bandingkan pekerjaan suami saya dengan yang lain.”

Aku masih terdiam,bisu mendengar keluh kesahnya.
Subhanallah,apa aku bisa seperti dia ? Menerima sosok pangeran apa adanya,bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak,bukankah kita harus memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak anak kita kak.
Biaya hidup sekarang ini mahal.
Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan.Nah kakak malah pengen berhenti kerja.
Suami kakak pun penghasilannya kurang.
Mending kalo suami kakak pengusaha kaya,bolehlah kita santai santai aja di rumah.

Salah kakak juga sih,kalo mau jadi ibu rumah tangga,seharusnya nikah sama yang kaya
Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini.
Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya.
Dari 4 orang anak bapak,Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal,
sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini,ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin
membantupun tak mau,sampai heran aku,apa maunya suami kakak itu”.
Ceritanya kembali mengalir,menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“Anti tau,saya hanya bisa menangis saat itu.Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar,
Demi Allah bukan karena itu.Tapi saya menangis karena imam saya sudah dipandang rendah olehnya”.

Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya,padahal dengan tetesan keringat itu
Allah memandangnya mulia ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata kata lembutnya selalu menenangkan hati saya ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya,
padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan ?
Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan,ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah
pekerjaaan ?

Saya memutuskan berhenti bekerja,karena tak ingin melihat orang membanding bandingkan gaji saya dengan gaji
suami saya.
Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.
Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak hak suami saya.

Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya.
Mudah mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu.
Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty,sangat bangga,bahkan begitu menghormati pekerjaannya,karena tak
semua orang punya keberanian dengan pekerjaan seperti itu.

Disaat kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu.
Tetapi suami saya,tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.Itulah yang membuat
saya begitu bangga pada suami saya.

“Suatu saat jika anti mendapatkan suami seperti suami saya,anti tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan
suami anti pada orang lain.
Bukan masalah pekerjaannya ukhty,tapi masalah halalnya,berkah nya,dan kita memohon pada Allah,semoga Allah
menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir,sambil tersenyum manis padaku.
Mengambil tas laptopnya,bergegas ingin meninggalkanku.

Kulihat dari kejauhan seorang laki laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami
wajahnya ditutupi kaca helm,meskipun tak ada niatku menatap mukanya.Sambil mengucapkan salam,wanita itu
meninggalkanku.
Wajah itu tenang sekali,wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis.
Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku.
Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..
Subhanallah..Walhamdulillah..Wa Laa ilaaha illallah...Allahu Akbar.


**********

Artikel di atas adalah hasil saduran dan kutipan dari berbagai tulisan baik media cetak maupun elektronik.
Tulisan tersebut dimaksudkan untuk sharing motivasi,inspirasi,kisah hidup dan lain lain.

Sumber       :  inmotivasi blogspot
Sumber Gambar: media rumahmadani

Kamis, Mei 19, 2016

Jujur Dalam Keadaan Apapun


sekedar pengetahuan - cerita,inspirasi,renungan

Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata, "Aku (saat berumur 18 tahun) pergi ke bagdad mengikuti sebuah khalifah kecil.
Namun setibanya kami di rabik,daerah selatan hamdzaan,muncul 60 orang perampok yang merampok khalifah tersebut tanpa
memedulikan diriku.
Salah seorang perampok tersebut berkata kepadaku, "Hai orang miskin, apa yang engkau miliki?".
"40 dinar" jawabku.
"Dimana uang tersebut" tanyanya kembali.
"Dijahitkan dalam bajuku dibawah ketiak" jawabku.
Mengira aku bercanda,perampok tersebut pergi dan tidak memedulikan aku.
Kemudian datang seorang perampok lainnya dan menanyakan pertanyaan yang sama.
Aku pun menjawabnya dengan jawaban yang sama.
Kali ini perampok tersebut melaporkan apa yang dia dengar kepada ketuanya yang sedang membagi bagi hasil rampokan
disebuah bukit kecil.

Mendengar laporan tersebut,kepala perampok itu berkata, "Bawa dia kemari".
Dihadapannya,
kepala rampok tersebut menanyakan pertanyaan yang sama dan aku kembali menjawabnya dengan jawaban yang sama.
Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan bajuku,menyobek jahitannya dan mereka menemukan uang tersebut".

"Mengapa engkau melakukan ini?" tanya kepala rampok kepadaku.
"Aku telah berjanji kepada ibuku untuk tidak berbohong dan aku tidak ingin mengingkari janjiku kepadanya" jawabku.
Kepala perampok tersebut menangis mendengar jawabanku
dan berkata, "Engkau tidak mau mengkhianati janjimu kepada ibumu sedangkan aku hingga saat ini selalu mengingkari janji
ALLAH".
Kepala perampok dan anak buahnya pun bertobat ditanganku".

Semoga ada manfaat
Amin......
shisharashosha.blogspot.co.id

Sumber : inmotivasi.blogspot
Gambar : google

Jangan merasa tak ber arti



sekedar pengetahuan - cerita,inspirasi,renungan

Suatu hari,seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan Rp.100.000,-
ia bertanya kepada hadirin,“Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan,pertanda banyak yang minat. ?

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian,tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas remas dengan tangannya sampai berlipat lipat.

Lalu bertanya lagi,“Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya
“apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak injaknya
dengan sepatunya.
Meski masih utuh,kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah,apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian,Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini,Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan
tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor,uang ini tetap bernilai 100 ribu rupiah.”

Dalam kehidupan ini,kita pernah beberapa kali terjatuh,terkoyak,dan berlepotan kotoran akibat keputusan
yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.
Dalam kondisi seperti itu,kita merasa tak berharga,tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi,Anda tidak pernah akan kehilangan nilai
di mata mereka yang mencintai Anda.

Keluarga...
Sahabat....

Jadi,setiap kali merasa diri tak berarti
ingatlah akan selembar uang 100 ribu rupiah tersebut.
Jangan pernah lupa ..... Anda adalah SPESIAL

Jangan pernah merasa tak berarti...
apapun yang telah terjadi...
Anda tidak akan pernah kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda

Semoga ada manfaat
Amin......
shisharashosha.blogspot.co.id

Sumber : inmotivasi.blogspot
Gambar : google

Hidup berarti dan bermakna,bila kita memberikan arti

Hidup menjadi berarti dan bermakna,bila kita memberikan arti kepadanya

sekedar pengetahuan - cerita,inspirasi,renungan
 
Seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado.
Putrinya yang masih kecil,masih balita,meminta satu gulung.

"Untuk apa?" tanya sang ayah.
"Untuk kado,mau kasih hadiah." jawab si kecil.
"Jangan dibuang buang ya!" pesan si ayah,sambil memberikan satu gulungan kecil.

Pagi pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan ayahnya,

"Pa,Pa... Ada hadiah untuk Papa."

Sang ayah yang masih malas malasan,matanya pun belum melek,menjawab:

"Sudahlah nanti saja."
Tetapi si kecil pantang menyerah
"Pa,Pa,bangun Pa sudah siang."

"Ah...kamu gimana sih ? Pagi pagi sudah bangunin papa."
Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.

"Hadiah apa nih?" tanya si ayah.

"Hadiah untuk Papa....Buka dong Pa,buka sekarang." jawab si kecil.

Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu.
Ternyata di dalamnya hanya sebuah
kotak KOSONG.Tidak berisi apa pun juga.

"Ah,kamu bisa saja...Bingkisannya kok kosong ? Buang buang kertas kado Papa...Kan mahal?"

Si kecil menjawab :"Nggak Pa,nggak kosong...Tadi,Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."

Sang ayah terharu,ia mengangkat anaknya.
Dipeluknya,diciumnya.

"Putri,Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini.
Papa akan selalu menyimpan boks ini.
Papa akan bawa ke kantor dan sekali sekali kalau perlu ciuman Putri,Papa akan mengambil satu.
Nanti kalau kosong,diisi lagi ya!"

Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi,tidak memiliki nilai apapun
tiba tiba terisi,tiba tiba memiliki nilai yang begitu tinggi.
Lalu,kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah
di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apapun.
Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.

Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain.
Sebaliknya,penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.

Kosong dan penuh,dua duanya merupakan produk dari "pikiran" kita.
Sebagaimana kita memandangi hidup,demikianlah kehidupan kita.

Hidup menjadi berarti,bermakna,karena kita memberikan arti kepadanya
memberikan makna kepadanya.
Bagi mereka yang tidak memberikan makna,tidak memberikan arti
maka hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.

Semoga ada manfaat
Amin......
shisharashosha.blogspot.co.id

Sumber : inmotivasi.blogspot
Gambar : morguefile.com